Kamis, 18 Mei 2023

KAPAL DHARMA KARTIKA





Tetes embun mata 
tak kuasa di bendung daun telinga
merengek seorang anak kecil mungil meminta kata yang ditulis dalam bahasa sansekerta.

Perpisahan siang dan malam yang di giring-giring matahari kesakitan semua perlahan tenggelam.

Panasnya matahari yang saban hari memeluk tubuh lalu tak sebanding panas nya air bola matahari mataMu, Ibu..

Kata serasa tak pantas untuk mewakilkan kesedihan, kebahagiaan
tapi apalah daya kata semua akan berakhir 
dengan membawa atas nama cinta.

Kapal Dharma Kartika.
Cinta keabadian.

_N. Adam
KDK, 2023


Share:

Minggu, 07 Mei 2023

SEPASANG MALAM

Sepasang Malam 

Hujan di ranting malam 
mengetuk-ngetuk jendela kamarKu lalu 
Tubuh menggigil tak bertuan, mata keriput tua doa berbaris-baris didepan cakrawala
Memohon tuk membuka pintu maafnya.

Rintikan hujan terus berdatangan 
Memeluk mata yang tak berhenti mencium dosa 

Ranting malam terus berlalu 
memanggil-manggil namamu 
oh ke kasih 
Maafkan Aku!

_N. Adam
Kalbar, 2023


Share:

CINTA TERLARANG DI RUMAH HANTU

Cinta Terlarang Di 
Rumah Hantu 

Agama diperjualbelikan anak di bawah umur dipaksa tuk berkata-kata layaknya kata cinta pada kekasihnya

Kekuasaan yang dimiliki sang pemilik cinta palsu menuruti waha nafus yang dibungkus dengan baju koko 

Harkat martabat ayah dan ibu diobral di
jalan-jalan seperti menjual pakaian dalam di pasar-pasar

Pakaian dalam... 
Pakaian dalam...
Pakaian dalam....

Puisi cinta yang selama ini yang disimpan di rumah hantu kini terbit gentayangan, anak istri menjadi korban pembacaan syair cinta dan cinta menjadi petaka.

Cinta tak dikata cinta 
kalau tak merdeka.

_N. Adam
Peniraman, 2023
Share:

Selasa, 02 Mei 2023

PENIRAMAN

Peniraman 
Sepotong hati yang kering
Bola matahari matamu yang basah kini telah hadir di tanah kelahiran

Cinta yang mengantarkan ke pelabuhan hati tetap setia dalam ikatan suci 

Air susu yang di minum tetap jernih walaupun badai menghantam sanubari
Puisi tetap di baca dalam ombak besar dan kasih cinta tetap bersama hujan lalu 

Bising marak disini 
tapi denganmu puisi 'ku tetap setia.

_N. Adam
Kalbar, 2023

Share:

TRAUMA MASA KECIL

Trauma 
Masa kecil 

Anak kecil mungil 
hidup sebatang kara 
anak kecil mungil merengek 
di depan kekasihnya
dewasa memeluk mata luka menjelang persalinan cinta

Pantun yang di tulis 
Sastra yang di baca tak seindah 
pelukan hangat nya
anak kecil mungil tak melihat sepotong senyum saat fajar tiba 

Bising marak di masanya
dewasa memeluk sepotong luka 
cintanya tak seindah bulan purnama 

Mata. Luka.

_N. Adam
Penirman, 2023

Share:

SECANGKIR PUISI

SECANGKIR PUISI

Hembusan nafasmu
'ku jadikan secangkir puisi,
'ku hirup dengan sajak
yang disenangi embun pagi

Siti.
Sepotong malam 'ku lalu 
'ku titip rindu padamu,
'ku raba-raba dadamu yang melekat
di dinding kamar 'ku. 

Dan
Mimpi-mimipi menyelimuti 
alam bawah sadarKu
dengan sengaja kau lemparkan 
senyum lalu
aku tertidur pulas 
dengan kakimu 

Kini.

_N. Adam
Yogyakarta, 2021
Share:

PUISI BULAN JULI

PUISI
BULAN JULI 

Secangkir puisi sudah 
di tuangkan dalam gelas asmara
main menu rasa di hati bulan Juli jelita
Cinta dimakan pendidikan negeri 
Konoha.

Oh anak tunggal muda 
sadarkah kau
malam sudah berlalu 
sadarkah percikan sastra sudah di kumandangkan di malam gelap gulita
Sadarkah kalau waktu akan berganti 
wajah kusutmu?

Lihatlah awan mendung di wajahmu 
yang mengelilingi bola matahari 
di matamu
lihatlah bawah mimpi basahMu 
sudah berlalu di makan debu

Dan 
Lihatlah
Puisi bulan Juli menatap mata 
kakimu yang dibasuh dengan seribu 
rindu.
IBU.

_N. Adam
Madura, 2022
Share:

TIGA RASA

TIGA RASA 

Cinta:
Mati untuk cinta 
atau mati tanpa cinta

Hidup: 
Mati karena cinta
atau mati karena Sang
Kekasih 

Mati:       

Madura, 2022

Share:

TUHAN AKU RUNDU

TUHAN 
AKU RUNDU 

Hujan deras di pipiku 
puisiKu hanya obat luka, 
sajak-sajak yang aku tulis 
hanya membuat dirimu sengsara 
dan tak mengerti.

Tuhan 
Apakah ada waktu
untuk memelukmu 
kembali, aku rindu 
padamu,
Tuhan 

_N. Adam
Madura, 2022
Share:

PUISI UNTUK CINTA

PUISI 
UNTUK CINTA 

Dengarkanlah 
wahai cinta 
Rembulan diwajahmu 
kini kian hilang tanpa cahaya 
bola matahari di matamu 
yang terbuat dari rindu 
bibir malam yang selalu menyapa perasa kini mulai terbenam di makan kecewa 

Syair-syair yang kau bisikan di malam gelap gulita 
yang tak ada tangis dan sinis kini 
tumbuh sebagai Luka

'Ku katakan padaMu
selamat jalan puisi cinta 'ku.

_N. Adam
Madura, 2022

Share:

PENDIDIKAN

PENDIDIKAN

Pendidikan yang kian manja 
pelangi yang kian suram 
melihat Indonesia buta karena cinta.

Saat malam tiba guru honorer menatap cakrawala memeluk rindu yang lama risau tuli tak Menantu.

Pendidikan di lahirkan dengan susah payah di lahirkan dari rahim yang suci tapi di jamah oleh oknumnya sendiri.

Secangkir puisi yang di aduk oleh penyair dengan gula tinta yang indah kata-katanya, manja sajak-sajaknya, menjadi simpanan  malam pertam di kamar Rama Shinta. 

Pendidikan 
di tinggal mati oleh ayahnya sendiri.

_N. Adam
Madura, 2022




Share:

TAWA BERSARANG LUKA

TAWA 
BERSARANG LUKA
Karya: N. Adam 

Tawa bersarang luka
Dihisap dengan bibir malam
Rama Shinta.
Angin begitu kencang menari dibawah kapas, berlarian teriak merdeka-merdeka, dan cinta digiring terbenam di makan 

kecewa.
Tawa bersarang luka
Kau memancing segala pada mataku 
yang purba, menanyakan buku-buku cinta, menyusui air mata saat ibu hamil 

tiada.
Tawa bersarang luka.
Mata lara Indonesia.

_N. Adam
Madura, 2022
Share:

KATAMU

KATAMU

Katamu 
malam ini tak seindah saat 
Rembulan tidur manja di pangkuan kita 
tetapi semua harus berlayar 
walaupun puisi malam duka 
Mengetuk-ngetuk perasa.

Dan
Katamu titipkan pesan pada 
angin malam 
tunggu sampai jari-jemari bintang 
indah di lihat 
seperti bintang kejora 
yang menghiasi malam 
kita berdua.

Katamu.

_N. Adam
Madura, 2022
Share:

EPISODE LUKA

EPISODE LUKA 
Karya: N. Adam

Malam;
Apakah waktumu sudah 
sembuh? 

Pagi;
Insomnia yang 'ku rawat 
masih belum bisa 'ku 
pastikan titik komanya. 
Mengakhiri atau 
diakhiri!

Madura, 2022
Share:

MANTAN BANGKIT MENJADI ZOMBIE

MANTAN 
BANGKIT MENJADI ZOMBIE

Mantan terbit di kamar luka
di malam asmara menceritakan puing-puing cinta.

Mantan terbit saat fajar berbaring manja dan hanya tersenyum lalu pergi meninggalkan luka.

Mantan mengetuk-ngetuk perasa yang kian lama mati suri dan datang melemparkan senyum yang tiada henti.

Mantan bangkit menjadi 
Zombie.

_N. Adam 
Yogyakarta, 2022
Share:

TETESAN EMBUN DI MALAM JUM'AT

TETESAN EMBUN 
DI MALAM JUM'AT 

Lantunan ayat cinta
dipantulkan di depan cakrawala
hati yang berlumur dosa tangis yang di bendung tak kuasa di simpan dalam mesium kamar hatiku, hatiMu.

Kesunyian malam yang tak ada 
bintang-bintang
yang tak ada ejaan bahasa rindu, 
Kakimu bisu.

Kekasih merahasiakan malam buta.
Dirimu sendiri tanpa tawa.
Cinta pulang kampung berpesta dengan kematian, keabadian.

Engkau adalah engkau 
Aku adalah Engkau.

_N. Adam
Madura, 2022
Share:

HUJAN DI MALAM PERTAMA

HUJAN DI 
MALAM PERTAMA

Ranjang basah 
malam semakin petang dada 
yang dingin di peluk selimut manja basah keringat di bawah dagu 

Nyai 

Hujan di malam pertama
mengetuk-ngetuk jendela kamar cinta bercumbu dengan satu tangan rasa

Helaian rambut dielus-elus berjatuhan
hujan semakin deras dingin menghantam dada hangat dua mata rasa

Hujan di malam pertama
Cinta.

_N. Adam
Madura, 2022
Share:

PUISI 'KU UJUD ASLIMU

PUISI 'KU
UJUD ASLIMU 

Sajak malamKu lalu 
menghembuskan nafas
rasa di bibirmu
dan aku tak mengerti dengan 
rembulan yang selalu melempar 
senyum pada sepotong hati yang berlumuran dosa.
Dan

puisi yang sering 'ku kecup 
sekarang berubah bentuk 
menjadi ujud aslimu.

DOA.

_N. Adam
Yogyakarta, 2023
Share:

PUISI SKANDAL

PUISI SKANDAL

Di tengah keramaian cinta
Puisi dibacakan di depan raja-raja
puisi skandal berceceran di lantai tua.
Muda.

Anak SD bagun pagi senyum orang tua menghiasi terbitnya matahari,
luka mata hati ibu Pertiwi.

Suami, istri.
Tuli.

_N. Adam
Yogyakarta, 2023


Share:

ISTRIKU

ISTRIKU

Wahai istriku
basah tubuhmu 
sudahi dulu

Ayah ibumu 
mengetuk-ngetuk
jendela mata indahmu

Tuhanmu 
memantulkan 
suara-suara rindu
yang lebih nikmat
dari kecupan
bibir mu.

_N. Adam
Yogyakarta, 2021
Share:

IRISAN TUA

IRISAN TUA 

Rasa bersandar pada 
angin 
Memeluk doa saban hari 
mimpi 
Cinta meneteskan air hujan di 
wajah malam
Puisi tua tak 
berdaya.

_N. Adam
Yogyakarta, 2023
Share: