Madu-madu ria
Raja tanpa mahkota,
jantung kota di remas-remas dalam dada.
Air mata masyarakat di timang dengan sebotol luka,
dipeluk dengan asa,
tak merdeka.
Budaya politik bermuka cantik
dipoles dengan lipstik.
Rumah ideologi sebagai santri
melawan kolonel-kolonil bejad maunya sendiri.
Pemerkosaan agama
makin hari makin jadi-jadi
Agama, buday, kota
diikat dengan sehelai rambut bunga desa,
tempat-tempat ibadah digentayagi bayangan negara
ada apa dengan abu Joda,
Ini negeri makan Asa.
Agama di jadikan boneka badut
dijadikan istri selingkuhan,
dijadikan pelampiasan hawa nafsu belaka.
Apalah arti penghargaan
jika pahlawan dilupakan.
Wahai Rimba-rimaba, kemana sajak-sajak
Tuhan yang kau sampaikan?
kemana puisi-puisi yang berbunyi nyai rati?
ini negeri mati suri.
_N. Adam
Yogyakarta, 2021
0 komentar:
Posting Komentar