Gedung-gedung menggeliat di dada,
sajak-sajak tersenyum pada rimba-rimba,
memeluk kening hatinya
Bola mata ria.
Menjalani syair-syair cinta
Pelipur-lara tak merdeka
setumpuk kenangan
taman kecil Indonesia
membisikan sepotong hati pada
Bunga Desa.
Kacamata-mata politik
menjadi boneka badut,
tersenyum sinis pada Ibunya sendiri.
Taman kecil:
saksi bisu seni Indonesia
menimang kewajiban
Memanusiakan manusia.
_N. Adam
Yogyakarta, 2021
0 komentar:
Posting Komentar