SKETSA TAKDIR
Haruskah malam terus belalu
haruskah namamu terus bernari-nari
di dalam mimpiku,
sedangkan sketsa takdir belum
berlabuh dalam tubuh
kita berdua.
Dalam puisimu kau bilang takdir mempermainkan kita,
dalam syairmu kau bilang
tak ada pelukan untuk kita tanpa tangis, tanpa sinis, tanpa tawa,
dan semua akan datang menjemput rasa yang ada,
Semua asa.
Dengarkanlah isi puisi 'ku ini
setiap malam aku berdoa untuk kepastian yang dipasung oleh harapan, kerinduan.
Dirimu seorang.
_N. Adam
Yogyakarta, 2022
0 komentar:
Posting Komentar