Sabtu, 12 Maret 2022

SKETSA TAKDIR

SKETSA TAKDIR

Haruskah malam terus belalu
haruskah namamu terus bernari-nari 
di dalam mimpiku,
sedangkan sketsa takdir belum 
berlabuh dalam tubuh 

kita berdua.
Dalam puisimu kau bilang takdir mempermainkan kita,
dalam syairmu kau bilang 
tak ada pelukan untuk kita tanpa tangis, tanpa sinis, tanpa tawa,
dan semua akan datang menjemput rasa yang ada,

Semua asa.
Dengarkanlah isi puisi 'ku ini
setiap malam aku berdoa untuk kepastian yang dipasung oleh harapan, kerinduan. 
Dirimu seorang.

_N. Adam
Yogyakarta, 2022

Share:

0 komentar:

Posting Komentar