Kau yang mengucapkan cinta
disaat malam purnama
kau pula yang menaruh luka
dalam dada yang tak kunjung usai namanya.
Hatiku bertanya pada hantimu
yang selalu mendung,
yang mengundang hujan dan tangis
tawa dan luka.
Karena cinta dan luka
sebuah perjalanan yang cukup panjang yang bisa membuat tersenyum dan tertawa di malam gelap gulita.
Kekasihku
aku merindukanmu.
_N. Adam
Yogyakarta, 2022
0 komentar:
Posting Komentar