Fiksi-fiksi tergeletakan
di tikar-tikar,
Sajak-sajak indah
Di obral di pasar-pasar.
Seruan orasi
memantul-mantul di jalan-jalan,
mencari topeng-topeng
kepentingan.
Kau sebut sepotong malam
pada Raja,
kau sebut sepotong haati pada
bunga Desa,
semua di bela dengan tangan Dewa.
Dasi-dasi berbaris-baris,
anak kecil mengemis-ngemis,
boneka badut tersenyum sinis.
_N. Adam
Yogyakarta, 2021
0 komentar:
Posting Komentar