Rabu, 20 April 2022

SURAT KECIL UNTUK RADEN ADJENG KARTINI

SURAT KECIL UNTUK
RADEN ADJENG KARTINI

Kartini:
'Ku bacakan 
surat kecil di depan wajah 
rembulan yang pilu ini
'Ku bacakan 
secangkir puisi di pintu-pintu langit saat negeri berduka, dan 'ku sebut namamu setiap bait-bait doa, cinta dan luka.

Kartini: 
Di pagi ini 
bisakah kau saling lempar senyum dengan anak-anakmu 
bisakah kau tersenyum sesaat saja melihat surat kecilmu di potong-potong oleh filem dewasa
dan lihatlah anakmu telah mati suri 
di kamarnya sendiri.

Kartini:
Lihatlah bagaimana anakmu sekarang
lihatlah bagaimana cara mereka menyimpan luka, 
penjajah yang tak terlihat mata makin meraja lela.

Kartini:
'Ku titip surat kecil padamu 
yang berisi rindu dan perjuangan!

_N. Adam
Yogyakarta, 2022
Share:

Senin, 11 April 2022

REMPAH-REMPAH KENANGAN

REMPAH-REMPAH KENANGAN

Dahulu lalu Qais 
mencoba tersenyum 
di atas kegilaan cintanya
tapi semuanya percuma,
jiwa raganya meninggal bersama
liang kenangan 
dan Laila 
hanya sebatas sebutan nama cinta.

Cinta yang hanya tinggal sebutan nama, mencabut nyawa yang tak bersalah,
menyiksa rempah-rempah kenangan yang saban hari gantung diri di alam mimpi.

Cinta tak bernyawa, 
tak terlihat oleh mata menghantui jiwa-jiwa
Cinta yang tak direstui di antara dua sujud suci,
Cinta mencabut nyawa cinta atas nama cinta sendiri.

_N. Adam
Yogyakarta, 2022
Share:

Selasa, 05 April 2022

TANPA PESAN TANPA APA

TANPA PESAN 
TANPA APA

Salahkah aku mencintaimu
salahkah aku menyayangimu
salahkah bila matahari di matamu 
terbit di alam nyata..

'Ku ikhlas melepaskanmu 
'ku ikhlas kau pergi bersamanya
asal kau bahagia aku pun bahagia.

Sepotong hatiku telah mendua semenjak ada hati yang lain di hatimu
dan kau pergi tanpa pesan tanpa apa.

Aku disini sendiri..

_N. Adam
Yogyakarta, 2022
Share: