Senin, 28 Maret 2022

PUISI UNTUK HUJAN

PUISI UNTUK HUJAN

Hujan terus belalu, 
datang dan pergi membawa suka, duka,
hilang tanpa rasa.

Kaki bumi basah 
yang dibasahi pipimu menangis merindukan 
orang yang dicinta
menangis di pangkuan langit yang 
tak ada bintang-bintang, yang tak ada rembulan yang menghiasi hati yang gersang.

Kau begitu lembut membawa seteguk senyum yang dimanja kilat malam, yang hilang tanpa pesan.

Alam pun masih menikmati puisi untuk hujan dan kau begitu manis saat menanti pagi
tapi hanya meninggalkan
basah kaki bumi.

_N. Adam 
Yogyakarta, 2022

Share:

0 komentar:

Posting Komentar