Hujan terus belalu,
datang dan pergi membawa suka, duka,
hilang tanpa rasa.
Kaki bumi basah
yang dibasahi pipimu menangis merindukan
orang yang dicinta
menangis di pangkuan langit yang
tak ada bintang-bintang, yang tak ada rembulan yang menghiasi hati yang gersang.
Kau begitu lembut membawa seteguk senyum yang dimanja kilat malam, yang hilang tanpa pesan.
Alam pun masih menikmati puisi untuk hujan dan kau begitu manis saat menanti pagi
tapi hanya meninggalkan
basah kaki bumi.
_N. Adam
Yogyakarta, 2022
0 komentar:
Posting Komentar