Rabu, 08 Desember 2021

LUKA

LUKA

Jari-jemari 
angin lalu meraba 
jendela rindu. Lilin-lilin
pertikaian menabur percik-percik 

kaca.
Mata angsa redup. 
Bulu mata bergelantungan, sayup.

Ingin 
'ku genggam 
bola matahari 
di matamu. Ingin 'ku sisir 
mayapada, melawan gelombang dalam dada, berlayar bersama rembulan di pintu-pintu duka.

Aku 
tak pandai 
merayu, seperti bunga 
yang layu di musim pilu. 
Apalah arti hidupku kini, bunga desaku. 

Jika luka sudah 
sobek. Berdarah-darah. 
Luka-luka. Tamatlah. Sudah.

_N. Adam 
Yogyakarta, 2021
Share:

0 komentar:

Posting Komentar